• “Selamat Datang di Website SMK NEGERI 2 BONTANG | Terima Kasih Kunjungannya”
  • Sejarah Singkat

    SEJARAH SMK NEGERI 2 BONTANG

    Sekolah Kejuruan Menengah Negeri 2 Bontang merupakan salah satu sekolah kejuruan bidang kelautan dan perikanan yang didirikan berdasarkan gagasan Walikota Bontang yang dijabat oleh Bapak dr. H. Andi Sofyan Hasdam, SpS sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan masyarakat dan memanfaatkan potensi terbesar Bontang, yaitu 70,29 persen dari luas wilayah Bontang merupakan laut yang kaya akan sumberdaya hayati laut.

    Pada awalnya kejuruan di bidang kelautan dan perikanan ini merupakan salah satu program keahlian di SMK Negeri 1 Bontang dibawah kepemimpinan Bapak H. Hariyadi, SH.,MM. Penerimaan siswa baru bidang perikanan dan kelautan dimulai pada tahun ajaran 2002/2003 untuk dua program keahlian bidang kelautan dan perikanan, yaitu Nautika Perikanan Laut (NPL) dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (THP). Selanjutnya pada tahun ajaran 2007/2008 dibukalah program keahlian baru, yaitu Budidaya Perikanan Laut (BPL).

    SMK Negeri 2 Bontang didirikan berdasarkan SK Walikota No. 6 Tahun 2007 tentang Penetapan Pendirian Sekolah Menengah Kejuruan pada tanggal 7 Januari 2007. Adapun pembangunan gedung SMK Negeri 2 Bontang yang berlokasi di jalan Cumi-cumi No. 1 Kelurahan Tanjung laut Indah – Bontang Selatan ini dimulai pada tanggal 20 Juli 2007 dengan menggunakan dana APBD Propinsi Kalimantan Timur. Satu tahun kemudian, tepatnya tanggal 20 Januari 2008 gedung SMK Negeri 2 Bontang diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Bapak Ir. H. Aburizal Bakrie.

    Pada tahun pelajaran 2008/2009, SMK Negeri 2 Bontang menambah satu program keahlian baru, yaitu Teknika Kapal Penangkap Ikan. sehingga keempat program keahlian yang ada di SMK Negeri 2 Bontang adalah :

     

    1. Nautika Kapal penangkap Ikan (NKPI)/NPL

    2. Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI)
    3. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHPi)/THP
    4. Agribisnis Perikanan (APi)/BPL
    5. Teknik Sepeda Motor (TSM)
    6. Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)
    7. Nautika Kapal Niaga (NKN)
    8. Tehnika Kapal Niaga (TKN)

    Sejak berdirinya, SMK Negeri 2 Bontang telah mengalami beberapa kali pergantian Kepala Sekolah, yaitu :

    1) Drs. Nanang Harijono sebagai Plt. Kepala Sekolah dari Dinas Pendidikan dan

    Kebudayaan Kota Bontang

    2) H.Hariyadi, S.H, MM periode 2008-2009

    3) Sumariyah, S.Pd periode 2009-2010

    4) Drs. Kasman Purba periode 2010 – 2013

    5) Mardijanti, S. Pi, M. Pd 2013- sekarang

     

    Luas wilayah Bontang, kurang-lebih 49.757 Ha yang terdiri dari daratan seluas kurang-lebih 14.780 Ha {29,70 persen) dan lautan seluas 34.977 (70.30 persen). Luas daratan meliputi, Kawasan Hutan Lindung seluas 5.950 Ha (11,96 persen), PT Pupuk Kaltim 2.010 Ha (4.04 persen), PT Badak NGL, CO 1,572 Ha (3,15 persen), sedangkan untuk kawasan pemukiman penduduk seluas 5.248 Ha {10,56 persen).

    Bontang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur (Utara), Selat Makassar (Timur), Kabupaten Kutai (Selatan), dan Kabupaten Kutai (Barat). Terletak antara 117’21’-117’29’ (BujurTimur) dan 0’01’-0’11’ (Lintang Utara).

    Pantai di Bontang memiliki terumbu karang, be­ragam species ikan seperti udang raksasa (lobster), sisik sejenis penyu, teripang bahkan ikan duyung.

    Sebagai pengolah hasil tambang yaitu gas alam cair serta pupuk merupakan salah satu penghasil devisa terbesar di Indonesia.

    Dengan kekayaan sumber daya laut berupa kea­nekaragaman hayati, maka secara langsung mem­beri manfaat ekonomi bagi mayarakatnya yaitu seba­gai sumber penyediaan bahan pangan, penyerapan tenaga kerja dan pariwisata.

    Potensi terbesar Bontang adalah wilayah pesisir dan laut yang kaya akan sumber daya laut. Bontang memiliki wilayah laut yang luas, yakni 70,29 persen dari luas Bontang. Ikan laut, rumput laut, padang lamun, hutan mangrove, teripang, dan biota laut lainnya banyak terdapat di pesisir dan laut itu.

    Potensi budidaya laut dengan komoditi unggulan, berupa udang, kepiting, ikan kerapu, udang lobster, ikan kakap bakau, kakap merah, putih, teripang, rumput laut, dan tiram yang banyak dicari pasar luar negeri. Sedangkan ikan kerapu banyak terdapat di sekitar Pulau Melahing dan Kerindingan. Udang dan kepiting di perairan Tanjung Santan, hutan mangrove banyak dijumpai di Tanjung Paukung, Nyerakat, Tanjung Laut, dan Teluk Sekambing.

    Sebagai contoh potensi perairan Bontang, total produksi budidaya ikan termasuk penangkapan ikan pada 2001 adalah: budidaya dalam bentuk (tambak, kolam, keramba) sebanyak 123,7 ton. Budidaya rumput iaut kering 37,25 ton, teripang 1 ton dan penangkapan ikan mencapai 3.994 ton.

    Dengan demikian sangat terbuka peluang investasi untuk perikanan di Kota Bontang, berupa: peningkatan kualitas sumberdaya manusia dalam bidang kelautan dan penangkapan ikan, hatchery udang dan ikan, pasar khusus ikan, cold storage untuk hasil laut, serta industri pengolahan ikan.

    Peluang investasi untuk industri rumah tangga yang telah berkembang dan menjadi daya tarik wisatawan juga terbuka. Khususnya yang mengolah hasil laut menjadi bahan makanan awetan, seperti: ikan kering dari berbagai jenis ikan laut, cumicumi, serta ikan teri. Juga udang papai yang banyak diminati, dodol rumput laut, rumput laut, terasi khas Bontang.

    Kontak
    0548-3032530
    smkndua_btg@yahoo.co.id

     

    Kalender
    Jajak Pendapat

    How Is My Site?

    View Results

    Loading ... Loading ...
    Pengunjung